POLBAN Terakreditasi “A” Oleh BAN-PT PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Webmaster   
Kamis, 19 Januari 2017 08:55

BANDUNG, polban.ac.id - Humas- Di penghujung tahun 2016, tonggak baru bagi institusi Politeknik Negeri Bandung (Polban).  Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) menganugerahkan penghargaan kepada Polban sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri terbaik dengan akreditasi “A”.  Politeknik Negeri Bandung, merupakan Politeknik yang ke tiga yang mendapat akreditasi “A” selain Politeknik Negeri Semarang (Polines) dan Politeknik Negeri Elektro Surabaya (PenS).

Acara penyerahan SK-BAN PT tentang Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Peringkat A kepada Polban dilaksanakan pada hari Selasa, 17 Januari 2017 di Conference Room Ged. P2T dan dihadiri Direktur dan para Pejabat Struktural Polban, Direktur Pembinaan Kelembagaan Direktur Jenderal Kelembagaan Kemenristekdikti yang diwakili oleh Bapak M. Dian Indra, S.H.,M.M dan Dewan Excecutive BAN-PT, Dr.Eng. Ir. Fauzri Fahimuddin, M.Sc.,Eng.

“Dengan terakreditasi A, Polban saat ini berada di barisan paling depan dan akan menjadi panutan dan sumber referensi bagi Politeknik lainnya.  Akreditasi ini berlaku selama 5 tahun dan akan ditinjau kembali apabila ada temuan-temuan dan/atau pengaduan dari masyarakat tentang pelayanan Polban,  kami berharap hal ini tidak terjadi di Polban” demikian menurut Fauzri Fahmuddin dalam sambutannya.

Direktur Polban dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh sivitas akademika Polban atas kerja keras selama ini, sehingga Polban mampu meraih prestasi dengan Terakreditasi A. “Ini merupakan tonggak baru dan prestasi terbaik bagi Polban, kita jangan cepat berpuas hati atas prestasi ini, tetapi ini merupakan tantangan terberat bagi Polban untuk lebih berprestasi lagi dimasa yang akan datang dan mampu memberikan terbaik bagi seluruh sivitas akademika maupun masyarakat umum, kita akan terus berupaya dan berusaha untuk menjadikan Polban yang terbaik, dan dimasa depan dapat terakreditasi di tingkat internasional”, demikan menurut Rachmad Imbang.(ak)

Terakhir diperbaharui pada Senin, 20 Februari 2017 10:04